BANTUL — Sebanyak 32 siswa Pramuka Ticket to Life Sultan Agung SLBN 2 Bantul mengikuti Mangrove Badge Challenge di Pantai Baros, Bantul. Kegiatan ini menjadi implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), aksi perubahan iklim, serta pelestarian lingkungan.
Kegiatan dimulai pukul 07.00. Seluruh peserta berkumpul di SLBN 2 Bantul, lalu berangkat bersama-sama menggunakan bus menuju Pantai Baros. Setibanya di lokasi, acara dibuka oleh Troop Leader Kak Sarjita dan Kamabigus Kak Hifna Suprihati, S.Pd, yang juga Kepala SLBN 2 Bantul. Pembukaan dilanjutkan dengan sosialisasi penanaman mangrove.
Aksi di Bibir Pantai
Setelah sosialisasi, peserta bersama pembina pramuka menuju bibir pantai. Di sana, mereka menanam mangrove secara langsung. Dalam praktik itu, peserta tidak hanya menanam, tetapi juga belajar mengenai ekosistem pantai, terutama fungsi mangrove dalam keberlangsungan ekosistem pantai dan mencegah abrasi.
Mangrove dikenal memiliki peran penting bagi kawasan pesisir. Akar mangrove membantu menahan gelombang, mengurangi erosi, dan mencegah abrasi. Mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut, seperti ikan, kepiting, dan udang. Selain itu, ekosistem mangrove berperan dalam penyerapan karbon sehingga mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Sejalan dengan SDGs
Dalam konteks SDGs, kegiatan ini sejalan dengan tujuan aksi iklim, kehidupan bawah laut, dan kehidupan di darat. Melalui Mangrove Badge Challenge, peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi peserta Pramuka Ticket to Life Sultan Agung SLBN 2 Bantul, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar langsung. Mereka tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga terlibat dalam aksi nyata di lapangan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pendidikan karakter, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Penutup
Mangrove Badge Challenge di Pantai Baros menjadi penegas bahwa pendidikan kepramukaan dapat berjalan seiring dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Aksi menanam mangrove di bibir pantai diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar.




